Peribahasa Sunda

Peribahasa Sunda

Peribahasa Sunda – Seperti yang sudah admin posting sebelumnya tentang Pepatah Sunda, bahwa warisan budaya sunda itu banyak sekali maka kita sebgai generasi sekarang ini wajib untuk menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang kita khususnya budaya sunda. Begitupun dengan Peribahasa Sunda yang merupakann salah satu warisan dari nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya.

Peribahasa Sunda
Peribahasa Sunda

Peribahasa Sunda itu sama halnya dengan peribahasa dalam bahasa indonesia, akan tetapi yang membedakannya tentunya dalam bahasanya dan budayanya tersebut. Pada dasarnya peribahasa sunda dan pepatah sunda itu sama saja yaitu ungkapan suatu kata atau kalimat yang tersusun tetap dan mengandung aturan dasar dalam berprilaku dan pengungkapan yang sangat baik.

Perlu kita ketahui Peribahasa sunda merupakan warisan leluhur kita yang ada di tanah sunda yang lahir turun temurun. Dahulu hanya sebatas dari mulut ke mulut dari orang orang sunda baheula. Akan tetapi sobat sobat semua termasuk juga admin bisa dengan mudah membacanya dengan adanya tulisan peribahasa sunda tersebut. Bahkan sekarang ini di jaman modern dunia maya merupakan sarana yang paling mudah untuk d aksesnya. Oleh karena itu sobat sobat semua wajib untuk menjaga dan melestarikan peribahasa sunda tersebut sebagai warisan leluhur kita.

Peribahasa sunda merupakan bagian dari kata sunda yang di warisakan orang orang sunda terdahulu yang didalamnya terdapat makna lewat ungkapan yang bisa kita ambil untuk bekal diri kita masing-masing, supaya dapat lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan nanti kedepannya.

Dibawah ini admin mau posting beberapa dari contoh peribahasa sunda. sebagaimana diketahui peribahasa sunda itu jumlahnya banyak sekali yaa.

Maung ngamuk gajah meta
Ada kerusuhan atau kekacauan

Geulis kawanti-wanti endah kabina-bina
/ Geulis bawa ngajadi endah bawa ti kudrat
— sangat cantik tak terlukiskan

Di dinding kelir di sindang siloka
— diibaratkan dengan kiasan

Kakoncara kamana-mana, ka jamparing angin-angin
— Sudah sangat terkenal

Geletuk batuna, gejebur caina
— Keputusan akhir

Indung tungkul rahayu, bapa tangkal darajat
— Orangtua harus dihormati

Tunggul di parud, catang di rumpak
— Menyingkirkan semua rintangan

Inggis ku bisi, rempan ku sugan
— Khawatir yang berlebihan

Takdir teu bisa dipungkir, qadar teu bisa di singlar
— Tidak bisa menghindari nasib/takdir

Legok tapak genteng kadek
— Banyak pengalaman

Urang teundeun di handeuleum sieum, Tunda di hanjuang siang
— simpan dengan rapi

Nete taraje nincak hambalan
— hati-hati dalam bersikap

Carincing pageuh kancing, saringset pageuh iket
— Waspada

Kagunturan madu, kaurugan menyan putih
— Bahagia sekali

Katarik ati kagendang asmara
— Jatuh cinta

Teu unggut kalinduan, teu gedag kaanginan
— Teguh pendirian

Cunduk waktu nu rahayu, niggang mangsa nu sampurna, niti wanci nu mustari
— Tepat pada waktunya

Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak
–Selalu bersama

Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek

–Kalau membawa sesuatu harus punya izin dari yang punya

Sacangreud pageuh sagolek pangkek

–Konsisten

Kalakuan lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat kalakuan lali tina purwadaksina

–Harus mengikuti aturan yang ada

Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang

–Bercerita harus pas,bermakna

Kalakuan ngaliarkeun taleus ateul

–Menyebarkan isu atau fitnah

Bengkung ngariung bongok ngaronyok

–Harus saling bantu menghadapi kesulitan

Bobot pangayun timbang taraju

–Tindakan harus penuh pertimbangan

Séjén palid ku cikiih séjén datang ku cileuncang

–Harus ada tujuan yang pasti sebelum melangkah

Kudu nepi memeh indit

–Harus di pikirkan dulu sebelum mengambil tindakan

Taraje nangeuh dulang pinande

–Tugas harus di kerjakan karena baik dan benar

Kalakuan pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian

–Berebut kekuasaan

Kalakuan ngukur baju sasereg awak

–Hanya melihat dari ego sendiri

Kalakuan nyaliksik ku buuk leutik

–Memperalat yang lemah

Kalakuan keok memeh dipacok

Mundur sebelum berhadapan

Kudu bisa kabulu kabale

Harus bisa menyesuaikan diri

Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay leungeun

Gotong royong

Kalakuan taluk pedah laér tong hoream pedah anggang laér kudu dijugjug anggang kudu diteang

Maju terus mundur

Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak

Kompak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.